Pemerintah Indonesia fokus meniingkatkan hilirisasi gambir untuk mendongkrak nilai tambah ekspor, mengingat Indonesia adalah produsen utama dunia (Sumbar pemasok 80% global). Permintaan global membaik, ditandai dengan ekspor 27 ton ke India pada akhir 2025. Harga sempat bergejolak, namun potensi produk turunan seperti katekin terus dikembangkan.
Berikut adalah poin-poin penting berita komoditi gambir terkini:
- Fokus Hilirisasi (2026): Mentan menekankan bahwa hilirisasi tanaman gambir sangat krusial untuk meningkatkan daya tawar di pasar internasional dan menciptakan lapangan kerja.
- Permintaan & Ekspor (Nov 2025): Permintaan global membaik, dengan ekspor 27 ton gambir dari Sumatera Barat ke India, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.
- Sumbar Pemasok Utama: Sumbar menyumbang 71,1% dari nilai ekspor nasional, dengan pusat produksi di Pesisir Selatan.
- Pengembangan Produk Turunan (Katekin): Gambir kini diarahkan untuk menghasilkan katekin murni (bahan kosmetik, farmasi, dan antioksidan tinggi) guna meningkatkan nilai jual dari sekadar bahan mentah.
- Peningkatan Harga: Sempat ada fluktuasi, namun pada akhir 2025 harga kembali diupayakan stabil di tingkat petani melalui perbaikan rantai pasok dan hilirisasi.
- RUU Komoditas Strategis: Usulan menjadikan gambir sebagai komoditas strategis sedang diperjuangkan untuk kemudahan tata kelola, perizinan, dan pembinaan.